Minggu, 18 April 2010

masih tetap embun yang kunanti

embun yang mulai terpaksa kubias dengan panas sengat mentari
sedikit melumat jemari kecil ini
menjadi serpih serpih merapuh
oh...biarlah terbias dan hilang tergantikan!!
masih menanti esok pagi
untuk embun baru yang akan menyentuh dingin relung dalam hati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar