Jumat, 07 September 2012

AKU HANYA WANITA BIASA

Aku takut sekali bahwa pertahananku akan meruntuh dengan aku berlutut di depannya dengan luka yang menganga. Bagaimana pun aku adalah wanita. Aku takut suatu saat tak dapat menahan diri. Kamu tahu kan wanita itu gimana?

Masih teringat dengan jelas bagaimana rasa sakit yang mendera, masih terekam dengan jelas bagaimana sakitnya babak belur itu. Ah, baru saja aku bangkit apakah akan mengulangi rasa yang sama seperti dulu. Tak bisa dipungkiri dia memang menarik. Tulisannya membuat banyak wanita menaruh perhatian terhadapnya. Tapi jujur bukan itu saja yang membuatku terbius. Ada beberapa hal tak terdefinisi yang membuatnya hidup dalam ingatanku. Entahlah, aku menyukai semua tentangnya, bahkan yang orang lain tak menyukainya. Aku menyukai semua tentangnya.

Aku hanya wanita biasa, mungkin wajar saja bila kadang terlintas dalam anganku untuk berharap padanya. Aku hanya wanita biasa. Aku tak mampu jika harus merasakan rasa sakit seperti dulu. Aku takut jika harus sakit dan hancur lebur seperti dulu. Aku tak mau mengulanginya lagi. Aku sungguh takut.

Aku tak sanggup jika harus merasakan setiap inci dari perasaanku terkuras tercincang dan terpukul rata. Mungkin karena sikap pengecutku itulah yang membuatku seperti ini. Aku memang terlalu takut menghadapi perasaan itu. Apalagi jika harus mengakuinya. Semua tak lebih karena rasa takut untuk merasakan sakit. Aku hanya takut suatu saat pertahananku meruntuh.
**
Cerita-cerita itu terkadang membuatku terhenyak. Namun aku tetap saja tak peduli seolah aku tuli. Atau pura-pura tuli?. Aku hanya bisa tersenyum saat mendengarnya dengan semangat bercerita tentangmu. Kalau saja dia tahu bahwa aku ingin menutup telingaku saat itu pura-pura tak mendengar saja. Namun aku tetap saja mendengarnya dan hanya bisa tersenyum. Tidak hanya dia yang ada didekatku, tak berapa lama orang lain yang pernah dekat denganmu pun bercerita dengan semangat 45 tentangmu. Tentang kebersamaan kalian. Aku serasa ingin tuli atau minimal aku ingin mempercayai bahwa dua orang yang bercerita ini bukan kamu yang dimaksud. Aku tak ingin percaya bahwa dua orang ini begitu menggilaimu, begitu terobsesi dan menyukaimu.

Aku ingin mempercayai bahwa yang mereka maksud itu bukan kamu. Tapi aku tak bisa apa-apa karena tak kupungkiri jika kamu memang menarik. Sangat menarik. Bukan hanya tulisanmu. Aku memang menyukai tulisanmu dan dengan gamblang dan jelas aku pernah mengakuinya. Namun bukan itu yang membuatku suka, karena toh pada faktanya banyak orang yang kusuka tulisannya. Ada hal lain yang entah apa tak bisa terdefinisi oleh apapun. Aku hanya wanita biasa yang terlihat tegar diluar tapi menahan gejolak didalam. Wanita memang pandai menyembunyikan perasaan. Apakah semua wanita juga seperti itu? Entahlah, yang jelas aku hanya wanita biasa.



7 september 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar