Masih inget beberapa bulan yang lalu saya seperti entah terkena sihir apa. Rasanya semangat banget buat nulis. Semangat saya meledak-ledak dan meluap-luap. Akhirnya demi memenuhi hasrat saya yang begitu besar, saya rajin banget nulis, gak peduli walaupun itu gak penting yang penting saya nulis, nulis,nulis dan nulis buat latihan. Saya banyak ngirim opini ke media-media walaupun gak ada yang dimuat, he..
Saya pun bergabung di grup belajar nulis di situs jejaring sosial, saya rajin cari info dan ikut even lomba nulis. Disana saya ketemu banyak orang yang menurutku hebat dalam dunia tulis menulis (tetap dengan genre ideologois, mau cerpen, surat pembaca, opini, artikel dll pokok’e semua kudu ideologis). Menyenangkan sekali ternyata dunia tulis menulis itu jadi agak menyesal kemana saja saya dulu. Banyak yang bisa saya dapat di grup itu tentunya semakin membuatku semangat untuk nulis.
Tak hanya itu saya juga belajar dari membaca catatan-catatan orang yang suka nulis. Kebanyakan yang saya baca tulisan-tulisannya yang “ngaji”. Catatan penulis seperti adi wijaya juga tak lahap semua tulisannya (menurutku tulisannya cantik dan nyastra), pak kusnady (bahasanya tinggi, kadang gak mudeng), hikari inqilabi (tulisannya remaja banget, bahasanya ngepop dan renyah dibaca), juga penulis-penulis yang ada di grup belajar nulis tak add semua, blognya akin, dan masih banyak yang lainnya. Saya seperti jadi seorang pengamat, kalau saya menemukan orang “mambu-mambu” penulis tak berpikir panjang langsung saya add deh. Intinya ternyata setiap penulis punya gaya tulisan yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Dan saya masih belum tahu model seperti apa tulisan saya. Masih gak jelas, masih harus terus belajar dan belajar lagi.
Sampai ketika suatu saat salah seorang sahabat saya ngambek dan itu saya ketahui dari salah seorang teman juga. Intinya dia gak suka dengan segala aktivitas yang saya lakukan. Karena intensitas kami juga semakin jarang bertemu, padahal kami sedang mengerjakan penelitian bersama. Jadilah sejak saat itu saya ndelik” kalau mau nulis dmei menjaga hatinya biar gak marah sama saya, facebookan pun juga ndak boleh takut konsentrasi terganggu dalam mengerjakan skripsi. Jadilah aku ndelik” kalau soal tulis menulis dan facebookan. Dia pengennya kita berhenti dulu fb sebentar selama masa skripsi ini. Tapi dasarnya aku yo nakalan, tetep ajah aku fban, lha disana banyak info serta kawan-kawan penulis banyak yang ada di fb, belum grup nulis juga di fb. Intinya saya sulit jika harus langsung meninggalkan dunia fb.
Saya senang sekali rasanya menggali ilmu dari yang saya anggap senior. Oh iya saya juga akhirnya ketemu dengan seorang yang sama-sama satu kota, tulisannya unik dan saya suka. Tanpa malu dan gengsi, saya pun langsung ngeadd dan ketika ada kesempatan ngomong ke orangnya kalau saya suka dengan tulisannya. Salah satu bentuk apresiasi atas tulisannya yang bagus. Yang jelas hanya tulisannya bukan dengan orangnya. Banyak yang melabeli kalau dia sesat, liar, dan lainnya tapi saya toh tak begitu peduli bahkan ada yang ngomong ke sayakalau dia itu lagi kena virus filsafat. Masa bodoh omongan orang. Yang jelas saya hanya suka tulisannya titik. Dan saya menghormatinya sebagai seorang senior. Mau orangnya kayak gimana masa bodoh. Bagus lagi kalau ada kesempatan buat nyuri-nyuri ilmu darinya.
Sekarang gak tahu kenapa hasrat menulisku tak lagi seperti dulu, apalagi saat ini lagi skripsi (alasan klise, ha..). Sebenernya hasratku masih tetap besar, namun intensitas menulisku mulai menurun. Yang dulu giat ngirim ke media walaupun gak pernah dimuat sekarang udah gak pernah nulis buat dikirm paling cuma buat hiasan di blog dan salah satu folder di lepiku.
Mimpiku pun masih sama. Entah besok mau jadi apapun aku. Aku tetap ingin menulis. Saya selalu terobsesi dan termotivasi melihat orang dengan kesibukan luar biasa tetap menyempatkan untuk menulis. Apalagi jika dia seorang ibu, seperti mbak-mbak yang ada di grup belajar nulis (rata-rata yang produktif nulis malah yang udah ibu-ibu, bener-bener salut sama mereka). Kelak aku pengen seperti mereka. Aku ingin jadi seorang ibu, seorang pengajar, juga seorang penulis. Itu salah satu mimpiku. Keep fight untuk terus belajar dan belajar. dimana saja, dengan siapa saja dan juga kapan saja.
17-07-12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar